Home Birth and Stay At Home (Pandemic Life)
By Tanri Lindawati
Kehamilan dan Persalinan, akan selalu menjadi momen penting dalam perjalanan hidup seorang perempuan yang takkan terlupa. Meskipun demikian, ada sebagian perempuan yang selama hidupnya juga belum tentu diberi kenikmatan untuk merasakan kedua hal tersebut. Tapi, aku selalu meyakini bahwa tak ada satu orang perempuan pun di dunia ini yang tak bisa menjadi seorang ibu. Karena dalam dirinya sudah Allah berikan rahim, salah satu tempat yang bermakna penuh dengan kasih sayang. Dan rasa itu selalu dimiliki para hawa (perempuan).
Sebenarnya dalam Blog Competition yang diadakan oleh https://www.ibupedia.com ini menganjurkan kita (para peserta) untuk membuat cerita atau artikel. Harapanku semoga tulisan Home Birth and Stay At Home (Pandemic Life) ini termasuk di dalamnya. Dan yang terpenting adalah aku bisa sharing betapa indahnya skenario Allah untuk kehamilan hingga proses persalinanku dalam 39 minggu ini.
31 Desember 2019 : UK 4 minggu
Menjadi bulan &
tahun terakhir di RSUD Jati Padang. Untuk persiapan menjalankan PBL 1
& 2 di daerah Kabupaten Bogor kurang lebih 3 minggu. Dan melanjutkan
perjuangan lulus 3 tahun setelah menjalankan Kuliah (Mahasiswi S1 Ekstensi UI) dan Kerja (Bidan RSUD Jati Padang) selama 2,5 tahun secara bersamaan.
Alhamdulillah pertumbuhan & perkembangan Al dimulai di sini. Dan aku belum tahu salah satu keputusanku untuk resign ternyata karena suara hati janinku yang sedang tumbuh di dalam rahim. Sedangkan saat ini aku belum telat haid ataupun menyadari kehadirannya.
4 Januari 2020 : UK 4 minggu
Al
masih bisa diajak kondangan ke pernikahan Uci naik KRL (Bekasi –
Bogor). Merasa telat haid 2 hari dan feeling, bismillah sesampainya di
rumah kita test pack, (+). HPHT 02 Desember 2019. Doaku cuma 1, Ya
Allah, hamba mohon untuk dimudahkan & dilancarkan segala prosesnya,
aamiin. Saat itu baru bisa curhat tentang suasana hati ke Hani & Kak
Puput (karena target lulus dan alhamdulillah Allah beri rezeki ini).
6 Januari 2020 : UK 5 minggu
Periksa
hamil pertama bareng mama (mertua), di Puskesmas Bojong Rawalumbu. Yang
meriksa kakak dan adik tingkat pendidikan DIII Kebidanan. Kakak tingkat
yang juga tetangga mama. Maa Syaa Allah alhamdulillah. Pemeriksaan HIV
& Sif NR. Hb 12 g/dL (jarang banget segini, apalagi sebelum nikah,
hehe). Terimakasih Abi Si Ahli Gizi.
7 Januari 2020 : UK 5 minggu
Hari
pertama PBL 1 -2 di Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang,
Kabupaten Bogor. Alhamdulillah Al masih bisa diajak naik bis &
angkot. Terimakasih Kak Nisa & Kak Zhafir. Dua orang pertama yang mengetahui kehamilanku di Angkatan 17. Padahal aku masih mencoba membiasakan diri bahwa all is well. Mereka yang terlalu baik dan perhatian.
11 Januari 2020 : UK 5 minggu
Izin
pulang dulu, kondangan ke Nanad naik KRL (Babakan Madang – Bekasi –
Ciledug). Alhamdulillah Al masih nyaman banget di rahim Umma, apalagi
jalan – jalannya sama Abi.
Akhir Januari 2020 : UK 8 minggu
PBL
1 - 2 sudah selesai. Alhamdulillah Allah beri kekuatan kepada Al untuk
bisa menjalankan segala prosesnya selama di Desa. Terimakasih
teman-teman Kelompok 2 Desa Sumur Batu. Untuk dukungan dan penjagaannya. Mengenai harus keliling kampung, jalan kaki sambil menunggu jemputan yang membawa motor, berkeliling malam-malam. Semuanya begitu indah. Yang penting Al merasa Ummanya sudah kenyang dan hatinya dalam keadaan baik.
Februari 2020 : UK 9 – 12 minggu
Umma & Al PP
kuliah Bekasi – Depok naik KRL. Pulangnya dijemput Abi. Selalu &
rela menunggu di St. Bekasi meski baru pamit dari St. Universitas
Indonesia. Karena perkuliahan Ekstensi FKM UI adalah sore hari,
rutinitas kita setiap pagi adalah membuat bekal untuk Abi. Alhamdulillah
Allah beri kekuatan untuk bisa terus masak hingga Al lahir. Terimakasih
Abi karena selalu suka masakan Umma. Meskipun 4 hari dalam seminggu bisa saja menunya selalu sayur sop. Dia, sayur bening lovers. Di UK 9 minggu ini juga Al pertama
kali USG. TP 09/09/2020, janin tunggal. Keluhan mual muntah pusing
alhamdulillah minimal, selalu siap bekal air bervitamin dari Abi &
cemilan. Mudah lapar & harus segera makan. Abinya Al selalu nyuapin
madu & kurma tiap pagi. Bulan ini juga target PBL 3 (praktik
individu membuat program promosi kesehatan (kalau aku) di SD) harus
selesai. Alhamdulillah prosesnya Allah mudahkan. Guru dan siswa di sana teramat baik.
Maret 2020 : UK 13 – 16 minggu
Di UK ini, kita masih
bisa naik motor bareng Abi buat kondangan Bekasi – Ciracas – Tambun. Ke
pernikahan Ka Arum, lanjut ke pernikahan Bella. Alhamdulillah, Al Allah beri
kekuatan. Di awal bulan Maret ini Covid-19 masuk ke Indonesia. Kita
sempat kuliah PP Bekasi – Depok di minggu tersebut. Setelah itu Allah
beri ketenangan dengan adanya sistem PJJ dari UI. Maa Syaa Allah, doaku langsung diijabah Allah. Alhamdulillah. Kita merasa lebih nyaman setelah itu, karena tak harus bertemu dengan orang banyak lagi di KRL. Aku tahu, bagaimana proses penyebaran penyakit menular. Naudzubillahimindzalik. Semoga semuanya selalu dilindungi Allah, aamiin.
April 2020 : UK 17 – 21 minggu
Kuliah masih PJJ. Dan
kita akan memasuki Bulan Ramadhan. Sempat konsul dengan Kak Putri, Kak
Nita & Kak Yola, bagaimana proses puasa saat hamil? Diskusi juga
sama Abinya. Alhamdulillah, Allah beri kekuatan Al bisa berpuasa 1 bulan.
Kalo kenyang Al anteng di perut. Kalo jam 14.00 Al mulai bergerak-gerak
memberi sinyal. Kalo Ummanya udah khawatir, Abinya yang memotivasi
hingga kita bertahan sampai adzan maghrib. Mama & Ibu juga selalu
kirim doa setiap hari, terutama dengan makanan yang datang sebelum
berbuka. Alhamdulillah, saat USG UK 19 minggu, TBJ Al 334 gram, plasenta
corpus posterior, ICA cukup. HB 12,4 g/dL.
Mei 2020 : UK 22 – 25 minggu
Beberapa mata kuliah
sudah UAS. Administrasi penelitian & penyusunan skripsi dalam
proses. Alhamdulillah Al bisa diajak konsul, berpikir, bermain, bareng
tugas akhir yang Maa Syaa Allah nikmat banget ini. Yang penting Ummanya
kenyang. Saat adzan, kalau laper, & terlalu lama duduk, Al akan kasih
kode, untuk Umma menyelesaikan kewajiban dan mengambil solusi. Abinya juga selalu kasih cemilan sehat. Bulan ini kita nda periksa
hamil ataupun USG, Ummanya terlalu fokus nugas (jangan dicontoh ya),
hehe.
Juni 2020 : UK 26 – 30 minggu
Alhamdulillah Allah
beri kemudahan, ketika yang lain harus sempro meski online. Skripsiku
hanya di-review kirim by email ke dosen penguji. Meski setelah itu
revisinya juga banyak. Setidaknya mengurangi kecepatan detak jantung
Umma & Al, hehe. Setiap konsul & menunggu balasan dosen
pembimbing & penguji, kita selalu deg-deg-an ya, Al. Tiap pagi
selalu minta doa Abi supaya semuanya dimudahkan. Kalau yang bikin agak
sedih, USG Al di UK 27-28 minggu ini presentasinya sedang bokong
(mungkin karena Ummanya terlalu fokus yang lain). Setelah itu Abi selalu
memotivasi & ingetin kita untuk ngelakuin gerakan nungging setiap
hari. Doaku bismillah Al akan muter & memposisikan diri secara
normal. TBJ Al saat itu 1100 gram. Beberapa hari kemudian kita periksa
ke Puskesmas Bojong Rawalumbu, berharap dapat cek DL dan UL, ternyata
nda semuanya ada. Lalu di hari minggu, untuk evaluasi ikhtiar yang telah
dilakukan + second opinion, kita USG lagi di Klinik Al Akbar, dengan UK
29-30 minggu, ketemu adik kelas lagi di sana. Hasil USG Al
alhamdulillah presentasi sudah kepala, TBJ masih sesuai UK, tapi Ummanya
dapet saran harus banyak minum air putih & kurangin makanan manis.
Langsung puasa donat. Untuk persiapan kegawatdaruratan, kita juga sempet
ngurus BPJS Umma, alhamdulillah dapat kemudahan dari teman (re: Ikke).
Juli 2020 : UK 31 – 34 minggu
Target
skripsi kita selesai ya, Al. Bismillah target sidang juga.
Alhamdulillah atas izin Allah, kita sidang Kamis, 23 Juli 2020, UK 33
minggu. Sempat terlintas dalam pikiran, saat ada yang mengajak nikah,
bagaimana kalau nanti hamil saat kuliah & harus sidang dalam keadaan
perut sedang besar besarnya. Lalu Allah beri skenario yang seperti ini.
Dosen penguji dari kampus (kebetulan dosen matkul semester 6) ingat
kalo mahasiswinya yang satu ini sedang hamil. Seketika room zoom sidang
ramai dengan antusiasme pembimbing & para penguji. Maa Syaa Allah
alhamdulillah, terimakasih Abi, terimakasih untuk keempat orang tua,
sahabat promkes, serta teman-teman yang suka diganggu karena ngajak
diskusi terus (re: Septy). 15 Juli 2020, UK 32 minggu kita sempet cek DL & UL,
yang bikin agak sedih HB kurang bersahabat, 10,2 g/dL (mungkin karena
banyak pikiran menuju sidang), selebihnya alhamdulillah. Hasil USG 26
Juli 2020, 33 - 34 minggu, pasca sidang, TBJ Al 2336 gram, lalu nyetor
hasil pemeriksaan lab ke Obgyn, alhasil dapat terapi Maltofer. 30
Juli 2020, 34 – 35 minggu, Umma baru bisa fokus prenatal gentle yoga
bareng Sesa. Alhamdulillah kita masih bisa ikhtiar meski baru sekali ya,
Al.
Agustus : UK 35 – 38 minggu
08 Agustus 2020, UK 35 -
36 minggu kita USG lagi, alhamdulillah HB sudah 14,5 g/dL (maltofer,
skripsi, sidang, & berkas kelulusan sudah). TBJ Al 2635 gram,
presentasi kepala, ICA cukup, DJJ oke, tidak ada lilitan. Tapi saat USG
kata Obgynnya kepalanya Al terlalu turun (saat itu juga Al langsung naik
lagi), lalu dikatakan seperti sudah ada kontraksi juga, alhasil pulang
pulang dapet Nifedipin. Ummanya pribadi ngerasain itu cuma his palsu.
Tapi yasudah kita ikut dulu kata dokter ya, Al. Hari - hari
berikutnya kita mulai nyiapin persiapan persalinan, dari dokumen sampai
barang-barang yang diperlukan. Semua siap dalam 1 box. Siap juga
dipindahkan ke dalam tas. 16 Agustus 2020, UK 36 - 37 minggu,
Abi Umma & Al bersih bersih kamar. Relokasi lemari & tempat
tidur. Alhamdulillah Al Allah kasih Abi yang kuat ya.
17 – 23 Agustus 2020, UK 37 – 38 minggu
Umma Abi & keempat orang tua mulai menanti-nanti gelombang cinta. Ikhtiar yang bisa dilakukan yaitu induksi alami, jalan kaki pagi (dari UK 32-an ke atas), ngepel sambil nungging juga (saran Ibu), duduk yoga sambil ngelakuin gerakan yang diajarin Sesa. Semua, kita coba ya, Al. Di minggu ini juga Umma nanya sama Al, “Al mau lahir kapan? Minggu ini atau minggu depan?” Nendangnya pilihan kedua. “Al mau lahiran dimana? Di Bidan? Di Puskesmas? Di Rumah Sakit? Di Rumah kaya Abi?” Nendangnya pilihan keempat. Langsung whatsapp Abinya yang lagi dinas, bercanda canda buat belajar proses persalinan, biasanya kita bertiga juga suka ngomongin proses kehamilan hingga persalinan, tapi kali ini lebih dalam. Mulai saat itu, karena hal ini merupakan pengalaman pertama kali, & aku belum pernah merasakannya. Ku coba katakan kepada Al, “Bismillah ya, Nak. In Syaa Allah Umma ikhlas. Bagaimanapun rasanya”.
26 Agutsus 2020, UK 38 minggu 1 hari, masih sempat kondangan ke rumah tetangga. Di perumahan tempat ku tinggal, sebagian besar anak pertamanya adalah seusiaku. Selalu ketemu banyak Ibu – ibu yang seumuran dengan Ibu atau Mamaku. Selalu ditanya kapan HPL & mendapat doa semoga mudah & dilancarkan, aamiin.
27 Agustus 2020, UK 38 minggu 2 hari, masih seperti biasa, rutinitas pagi sebelum Abinya berangkat, nyiapin bekel dll sampai dia pamit & minta doa karena mau final futsal antar pegawai lapas. Pesanku cuma 1, habis nge-goal-in banyak, langsung pulang. Sampai siang aku masih ngerjain aktivitas seperti biasa. Setelah sholat dzuhur, perutku mulai merasakan gelombang cinta, pikirku “Oh kaya biasanya kali ya?”. Sampai ashar, pikirku “Gelombang cintanya lumayan bertahan lama ya?”. Meskipun 30 menit sekali, 1 jam sekali, & flek coklat juga mulai keluar. Sampai maghrib, gelombang cinta dari Al sudah 10 menit sekali, 8 menit sekali & tercepat 5 menit sekali. Sampai jam 19.00 juga, aku lagi whatsapp-an sama Ka Dyah, sempet bilang kalo sekarang lagi ngerasain gelombang cinta, tapi masih ngerasa nyaman dan baik baik aja. Observasi gelombang pakai aplikasi Contraction Timer cuma bertahan hingga jam 20.00. Flek juga masih sama. Sampai Abinya pulang, aku baru bilang, lalu kita sholat isya berjamaah, & cuma bisa sambil duduk. Setelah sholat aku lebih pilih rebahan di kasur. Sampai jam 22.00, aku masih coba tenang sambil merasakan gelombang cintanya Al, tapi Abinya sudah mulai khawatir, dia ngajakin periksa, mau bilang ke Mama juga. Aku bilang gapapa nanti aja nunggu gelombangnya lebih sering. Karena melihat ekspresi yang sudah kurang tenang, aku meng-iya-kan untuk periksa. Nda lama lagi siap-siap, Mama dateng. Nda lama kemudian, ade Abinya nyusulin. Akhirnya, kita berempat ke Puskesmas Bojong Rawalumbu. Sampai sana ada 2 bidan jaga, salah satunya ade tingkatku. Setelah diperiksa, DJJ aman, HIS 3 menit sekali, VT bukaan 2-3 cm & kepala masih jauh, masih bisa digoyangin dari atas. Di sana rapid test Covid-19 juga & alhamdulillah negatif. Setelah pemeriksaan, aku lebih pilih pulang, merasa lebih nyaman istirahat di rumah, lalu diedukasi, namun buku KIA ku ditahan. Sampai rumah rasanya mau langsung tidur pules, tapi ternyata gelombangnya makin sering muncul. Umma masih betah banget ngerasain gelombang cintanya Al, meski sambil bersandar sama Abinya, ngubah posisi tubuh jadi sujud, ke kamar mandi untuk BAK, jalan – jalan di dalam kamar, minta dielus dan berdzikir dipandu Abinya.
Proses itu kita lakuin sampai jam 03.00 WIB di tanggal 28 Agustus 2020/9 Muharram 1442 H. Ke kamar mandi untuk BAK. Lalu coba tiduran lagi karena ngantuk juga. Terus ke kamar mandi lagi seperti ingin BAB, tapi mikir hari ini sudah 2x BAB, mau coba VT dengan handscoon dari Puskesmas tapi kok kayanya nda bisa, nda yakin, & kita balik lagi ke kamar. Saat berdiri di antara meja kaca & kasur, gelombang cintanya Al makin hebat, disertai rembesan air & tetesan darah merah. Abinya langsung ganti baju & coba hubungin Mama Bapak buat siapin mobil. Posisiku udah mulai nda kuat berdiri. Cuma bisa tiduran & sempet bilang kita ke Bidan Indah aja (Klinik tempat biasa periksa USG). Kurang lebih 1 KM. Tapi dorongannya Al makin Maa Syaa Allah nikmatnya, ku raba dengan tangan kiri daerah vagina, & kepala Al sudah di ujung. Percakapan kala Fajar itu ..
Aku : “Bi coba liat ini kepala Dedek bukan?”. Sambil coba relaksasi. Coba buat nda ngeden.
Suami : “Iya Umma, kepala Dedek, Abi harus gimana?”. Sambil berkaca-kaca.
Aku : “Gapapa Bi, Bismillah .. Abi coba ambil kain yaa”. Cuma bisa tiduran. Mencoba untuk nahan & atur pola nafas. Sambil berpikir kita nda punya partus atau resusitasi set. Pasrah.
Aku : “Bismillah .. laa haula wa laa quwwata illaa billaah ”. Lirih dalam hati.
Alhamdulillah Al lahir (meluncur kalo kata Abinya), tali pusat ngalungin dia, terus dilurusin sama Abinya. Abinya juga ngusap hidung Al, lalu ngeringin & coba gosok punggung Al.
Al : “&@^$%*#(#". Nangis sambil memancurkan air seninya (pipis).
Suami : "Ooh jadi Dedek kebelet pipis yaa?" Ledekan Abinya sampai sekarang. Abi lanjut IMD-in Al ke dadaku. Lalu kita berdua diselimutin.
Alhamdulillah
Maa Syaa Allah Tabarakallah, antara Pukul 03.50 – 04.00 WIB, Al lahir
spontan, jenis kelamin laki – laki, langsung menangis kuat, warna kulit
kemerahan, A/S 9/10. (Assesment Ummanya sendiri, hehe.
Aku : “Telpon Klinik Bidan Indah, Bi”. Sambil minta handphone. Ngetik kontaknya. Ngasih ke Abinya lagi.
Handphone Abinya nelpon Bapak. Handphone Ummanya nelpon Klinik. Alhamdulillah Maa Syaa Allah, setelah itu Tante Abinya dateng, Mama dateng, Bapak dateng, Bidannya yang dijemput Tante sambil lari – lari juga dateng. Aku langsung ditangani sama Tim nya Bidan Indah. Di kamar sendiri. Langsung MAK III. Ngelahirin plasenta. Kita delayed umbilical cord clamping. Lanjut cek laserasi & rupture perineum grade II. Lido (+), tetap berasa juga ya, hehe. Setelah hecting, Abinya Al gunting tali pusat. Setelah Umma rapi, kita mulai berangkat ke Klinik Bidan Indah untuk observasi. Peralatan dari tas yang sudah sempat terbuka karena proses persalinan di rumah kita rapikan lagi. Alhamdulillah sore harinya setelah ashar sudah bisa kembali pulang. Mereka juga tahu kalau aku Bidan, sepanjang Kala III - IV aku cuma bisa minta maaf terus karena merepotkan. Dan selalu refleks saat proses hecting 😁.
Maa Syaa Allah Alhamdulillah, banyak doa yang Allah kabulkan sepanjang kehamilan, persalinan, hingga nifas ini. Banyak hal-hal yang selama ini terlihat & terasa akan sulit tapi Allah mudahkan. Banyak juga hikmah & pelajaran yang bisa dipetik. Pernah salah seorang dosen di Kampus DIII Kebidanan berkata, “Boleh kita berdoa dari sekarang, semoga sel telur kita sehat .. panggul luas .. untuk bisa dilewati oleh janin kita suatu saat nanti.”. Detik itu juga, aku meng-aamiin-kan-nya. Begitu pula saat praktik lapangan (masih mahasiswa), praktik di rumah sakit (sudah menjadi bidan), bertemu klien dengan berbagai kasusnya, & semua dapat dijadikan pembelajaran serta doa. Masih dengan dosen yang sama, Bu Juli, video call pasca nikah, “Tanri .. suaminya disiapkan untuk menjadi suami siaga ya.”. Jawabku, “Aamiin Bu In Syaa Allah.” Dan .. Allah jadikan ia suami siaga. Begitu pun dengan doa untuk bersalin dengan seseorang & tempat ternyaman, Alhamdulillah .. Allah kabulkan. Masih banyak doa dari banyak orang, afirmasi positif, serta percakapan dari hati ke hati antara aku & Al, sepanjang kehamilan, persalinan, hingga masa nifas, yang nda bisa disebutkan satu per satu, alhamdulillah, Allah kabulkan.
Home birth versi Abi, Umma & Al, tidak
direncanakan sama sekali (versi manusia), tapi Qodarullah. Mohon
doanya, semoga kami berdua bisa menjaga amanah & titipan dari Allah
Subhanahu Wa Ta’ala ini, & jika Allah berikan amanah & titipan
selanjutnya, Allah mudahkan kembali segala prosesnya, aamiin aamiin yaa
robbal aalamiin. Teruntuk teman-teman yang ingin lebih banyak tahu
tentang persalinan di rumah, bisa akses link berikut : https://www.bidankita.com/rencana-melahirkan-di-rumah-home-birth-persiapan-home-birth/. Dan pandemi ini membuat kita benar-benar harus stay at home (termasuk saat persalinan, meski secara tak disengaja), hehe.
Allah berfirman dalam QS. Al Mukmin ayat 60 : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu ... ”.
Afirmasi positif dari keluarga dan diri sendiri juga termasuk doa yang harus diulang secara terus menerus sepanjang kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Selalu & terus pikirkan hal yang baik-baik. Juga ikhtiarkan apapun yang bisa diikhtiarkan. In Syaa Allah, proses kehamilan, persalinan & masa nifas yang fisiologis ini bisa kita lalui. In Syaa Allah, segala hal nya dapat berjalan dengan mudah, lancar, nyaman & penuh dengan rasa syukur, aamiin aamiin yaa robbal aalamiin.
Semoga, tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Dan, mohon dimaafkan bila terdapat kalimat serta kata-kata yang kurang berkenan. "Terimakasih Al .. telah bersedia menemani Umma menjalankan masa masa tingkat akhir. In Syaa Allah bulan depan kita wisuda yaa. Terimakasih Abi .. telah bersedia menjadi Bapak Bidan Terbaik. Dan bertahan melewati momen penting kita kala itu. Barakallah Al .. Biii".
Teman-teman boleh baca keseruan perempuan lainnya dalam menjalankan proses kehamilan hingga persalinan di website ini: https://www.ibupedia.com/ atau https://www.ibupedia.com/periode/kelahiran. Bagaimana dengan kalian? Pasti seru ya! Tak ada kisah penantian buah hati yang tak berkesan. Semoga kita, juga selalu bisa untuk terus belajar dan memberdayakan diri. Kamu, adalah perempuan hebat dan pintar. Barakallah, stay healthy be happy.







0 komentar:
Posting Komentar