Pada suatu hari, Ibu
Guru semut masuk ke kelas tersebut, untuk mengumumkan bahwa seminggu lagi akan
diadakan ulangan tengah semester.
“Anak-anak, seminggu
lagi kita akan menghadpi ulangan tengah semester, kalian harus lebih rajin
belajar di rumah dan kurangkan bermain!” Peerintah Bu guru semut.
“Ya … Ibu! Gak
bisa nambah seminggu lagi, buat belajar di rumah?” usul seorang smut murid
semut.
“Ulangan! Aku sih
ayo-ayo aja! Kayanya gampang tuh!” Kata seorang murid semut yang bernama Rita.
“Haah … !”
murid-murid semut serentak.
Tapi, murid-murid semut di kelas gula sudah biasa menghadapi
Rita, karena dia memang seperti itu, selalu sombong. Memang sih, dia selalu
mendapat peringkat satu di kelas.
Enam hari
berlalu, masih ada satu hari untuk belajar sebelum UTS di mulai. Rita mempunyai
teman semut yang bernama Rahni, ternyata mereka itu selalu bisa dalam
menghadapi UTS, dikarenakan mereka membawa contekan di saat ulangan.
Walaupun
teman-teman semut sekelas sudah mengetahui mereka suka menyontek, semut-semut
kecil itu tidak berani untuk melaporkannya ke Bu Guru semut.
Akhirnya hari itu
pun tiba, semut-semut lain sudah memegang buku dan masih terus membaca-baca. Bu
Guru semut masuk ke kelas gula dan berkata : “Anak-anakku, akhirnya hari yang
kita tunggu, sudah tiba. Kalian pasti
sudah siap dan belajar kan? Dan ibu yakin kalian pasti bisa!” memberi semangat.
Rita dan Rahni
sudah mempersiapkan contekan-contekan yang akan dilihatnya nanti.” Anak-anak,
Ibu mohon jangan ada yang menyontek! Karena menyontek itu tidak ada gunanya, oke!”
Saran Bu guru semut.
“Oke Bu … !”
serentak semut-semut kecil.
“Anak-anak, Ibu
hanya ingin mengingatkan setelah UTS ini, kalian juga harus mengikuti praktek, yaitu
“Mencari Gula”, kalian juga harus mengikuti praktek ini ya…! Karena ulangan praktek
ini juga menentukan besarnya pringkatkan yang kalian dapat! Mengerti?” Tanya Bu
guru Semut.
“Mengerti Bu … !”
jawab serentak.
Tetapi, disaat Bu
Guru semut mengumumkan hal tadi, Rita dan Rahni
tidak mendengarkannya. Mereka hanya sibuk menyiapakan cotekan-contekan
untuk ulangan.
Ulangan pun di
mulai, kelas terasa sunyi, karena semua murid-murid semut focus terhadap
soal-soal yang mereka hadapi. Tetapi Rita dan Rahni sudah memulai misi mereka, mereka
melakukannya dengan hati-hati.
“Huuuuz, harus pelan-pelan!”
perintah Rita dengan nada pelan.
“Tenang aja!”
Jawab Rahni.
Ibu Guru Semut
mengawasi semua murid-murid semut, sambil berjalan dan berkeliling di dalam
kelas gula.
“Jangan
terburu-buru ya anak-anak … !” pesan bu guru semut.
Sampai hari ulangan
terakhir pun tiba. Walaupun hari ini adalah hari hari keenam, Rita dan Rahni
tetap saja mencontek. Mereka tidak mempunyai rasa takut, karena sebelumnya
mereka belum pernah ketahuan oleh Guru. Dan Guru-guru semut di sekolah Imut, menganggap
mereka adalah anak yang pintar karena mereka selalu mendapat peringkat 3 besar
atau 2 besar.
“Baik anak-anak
hari ini adalah hari terakhir kita menghadapi ulangan dan sepertinay UTS ini
Ibu anggap selesai, karena kelas kalian sudah sanagat baik. Besok adalah
Ulangan Praktek mencari gula, dan Ibu mohon kalian semua bisa mengikuti uangan
praktek tersebut!” amanat Bu guru Semut.
“Rita, kayanya
kita akan mendapat peringkat 2 dan 1 lagi nih!” ucap Rahni.
“Oh iya dong !
Tentu !” Jawab Rita.
Mereka asyik
mengobrol, sedangkan murid-murid yang lain sedang sibuk mengikuti ulangan
praktek. Mereka tidak mengetahui bahwa Ulangan tersebut juga berpengaruh
terhadap rangking. Karena sewaktu hari pertama ulangan materi mereka tidak
mendengarkan ucpan Bu Guru Semut.
Hari pengumuman
pun tiba. ”Anak-anak, Ibu sangat senang sekali karena di antara kalian ada yang
mengalami kemajuan yang sangat tinggi.” Ucap Bu Guru Semut.
“Siapa? siapa?
siapa ya?” Tanya seluruh murid semut dengan antusias tinggi.
“Wah, Rit! Liat
tuh Bu guru sudah melihat kita!” Bangga Rahni.
“Iya nih! Jadi
malu!” Ucap Rita.
“Baiklah! Ibu
tidak akan lama-lama karena kalian pasti sudah penasaran, namanya adalah …
Belum selesai Bu
Guru berbicara, Rita sudah maju ke depan kelas dengan bangga. Tetapi teman
semut yang lainnya hanya terengah melihat begitu besar percaya dirinya Rita. Sesampainya
di depan kelas. Ibu Guru melanjutkan pembicaraannya. ”Namanya adalah Yanita!
Beri tepuk tangan! Mohon kepada Yanita untuk maju ke depan kelas! Selamat Ya…! Ibu
sangat bangga terhadap kamu, karena kamu memiliki nilai yang sangat baik dan
lengkap, mulai materi hingga praktek.” Ucap Bu Guru.
“Rita, maaf, semester
kali ini kamu sangat turun, karena nilai praktek kamu tidak ada, sekali lagi
Ibu mohon maaf.
“Yaaa…” ucap
Rahni dengan sedih.
Rita begitu malu
dan kecewa dengan apa yang ia dengar di depan kelas. Ia sangat sedih, tetapi
smut-semut yang lain bahagia, karena kebenaran telah hadir di kelas mereka.
“Selamat ya …
Yanita!”
Hingga Rita dan
Rahni maju ke depan kelas dan mengakui kesalahan mereka. ”Teman-teman, kami
berdua ingin meminta maaf kepada kalian semua, kami sudah menyadari kesalahan
kami. Kami mohon sekali lagi, maafkan kami ya. Kami berjanji tidak akan
melakukan hal itu untuk seterusnya”Jujur Rita dan Rahni.
“Sebenarnya Bu
guru sudah mengatahui apa yang kalian lakukan! Maka dari itu Ibu juga bangga
terhadap kalian, lain kali jangan diulang lagi ya…!” Saran Bu guru Semut.
“Iya…Bu…Kami
berjanji!” Jawab Rita dan Rahni.
Akhirnya kelas
unggulan kali ini, benar-benar menjadi kelas kejujuran. Hingga seluruh murid
semut mengganti kelas mereka menjadi KELAS
GULA JUJUR.







0 komentar:
Posting Komentar