• put your amazing slogan here!

    Minggi



      Terik matahari menembus setiap celah daun dalam pohon mangga ini. Berumur 20 tahun tetapi tetap gagah berdiri dan memiliki banyak keturunan yang begitu subur.
    Dalam seminggu ini Sang Kupu sering berkunjung untuk mencari nectar dalam bunga bunga di setiap ujung ranting. Beberapa minggu kemudian sang bunga berubah menjadi buah buah yang mungil. Pohon pun tersenyum bahagia.
              Pohon mangga ini biasa di panggil Bu Pohon oleh pohon-pohon lainnya. Sikapnya yang dewasa selalu menjadi panutan hingga ia disegani, dihormati dan disayangi oleh semua pohon di wilayah ini. Tanah yang subur dan cuaca yang mendukung pertumbuhan mereka membuat kenyamanan tersendiri bagi seluruh pohon. Mereka akan tetap melindungi setiap bibit bakal calon pohon yang akan tumbuh dewasa. Saling berbagi air dalam kekeringan. Saling berkomunikasi dengan Sang Kupu agar dapat saling mambantu. Begitu damai perasaan mereka. Terdapat puluhan buah mangga mungil yang sedang tumbuh. Terlihat satu buah dengan corak, bentuk tubuh dan ukuran yang berbeda dari segerombolan buah-buah mungil itu. Bu Pohon dan pohon lainnya bertanya tanya. Mengapa ia berbeda dari yang lainnya. Terjadi untuk pertama kalinya dan sangat menganehkan. Dirinya sangat diperhatikan oleh Bu Pohon. Hingga diberi nama special “ Minggi “. Nama dambaan bagi seluruh buah mangga yang tumbuh.
              “ Eh minggi, kenapa sih kita ada pada satu cabang. Gue males banget setiap hari harus deket lo. Harus bagi makanan sama lo. Mending lo pindah aja gih ke cabang yang lainnya !” ucap Minggrit ketus.
              Kecemburuan Minggrit terhadap Minggi membuatnya harus lebih sabar. Usianya yang masih muda belum bisa berpindah ke cabang atau mencoba untuk melepaskan diri dari diri Bu Pohon. Ia masih harus mendapatkan cukup  nutrisi untuk dirinya.
              Pada suatu malam disaat jangkrik jangkrik mulai berpesta ria dan katak katak berdendang lepas. Minggrit dan teman temannya mencoba untuk mencelakakan Minggi yang sedang tertidur lelap di dahan ranting. Mereka mendorong Minggi hingga ia terjatuh di dasar tanah. Minggi tersadar ketika ia sudah merasakan betapa dinginnya daerah bawah pohon.
              “ Bu Pohon, Minggi menghilang, menghilang. “ suasana panik menyelimuti diri Bu Pohon.
              Semua warga mangga berduka dengan mengilangnya Minggi. Mereka berpendapat mungkin Minggi sudah dibawa pergi oleh hewan terbang malam yang jahat. Bu Pohon kini lebih sering melamunkan diri. Tak memberikan semangat kepada para warganya. Pohon mangga ini terkejap sepi.
              “ Aduh, aku harus kemana? Aku tak bisa berlama lama di bawah sini. Aku harus segera mendapatkan nutrisi dari salah satu pohon “ cemas Minggi dalam setiap langkahnya.
              Terik mentari melayukan tubuh Minggi. Begitu banyak rintangan ketika ia berjalan sendiri.
              “ Hei kamu mangga kecil. Kenapa kamu berada ditempat seperti ini. Tak baik jika hal itu kamu lakukan. Kemarilah bersamaku. “ Sapaan lembut sebuah pohon mangga muda.
    “ Aku tak tahu “ Jawab Minggi lesu.
    Pohon muda itu menurunkan salah satu dahannya dan mengangkat minggi sebagai asuhannya. Minggi tumbuh menjadi mangga yang begitu manis dan segar. Kini dirinya sudah semakin dewasa. Dia mulai berkelana sendiri hingga mendapat begitu banyak pengalaman. Pohon muda melepaskannya pergi agar Minggi mendapatkan apa yang ia cari. Selalu berjalan dan mencari apa yang ia cari.
    Pada suatu malam. Minggi mulai lesu dan merasa kekurangan makanan. Ia terjatuh lemas dan ditemukan oleh seekor kelelawar pemakan buah. Kini yang tersisa hanyalah bakal buah dari dirinya. Hari demi hari bakal buah itu semakin tertanam, tertanam dan tertanam dalam tanah. Hujan selalu mencurahkan kasih sayangnya hingga menimbulkan bagian baru dari bakal buah Minggi. Bagian awal dari tumbuhnya sebuah pohon. Berbulan bulan. Bertahun tahun. Tumbuhlah sebuah pohon mangga yang begitu indah nan cantik. Ia tumbuh dengan nuansa baru. Minggi kin telah menjadi pohon. Di samping Minggi terdapat pohon mangga tua yang begitu rindang. Tak di sangka pohon tua itu adalah Bu Pohon. Ketika Minggi menumbuhkan bunga bunga. Kupu kupu menghampirinya. Hingga melahirkan buah buah mangga yang tak berbeda dengan dirinya ketika ia muncul ke bumi ini. Lalu Bu Pohon baru menyadari bahwa pohon muda yang yang kini sedang berbuah itu adalah Minggi yang dahulu ia cari.



    0 komentar:

    Posting Komentar

     

    Blogger news

    Winnie The Pooh Glitter

    About

    Blogroll