“
Waalaikum salam, ayo kak aku mau. Iya aku tunggu di rumah ya” jawab linda
senang.
Bagaikan
asap dengan api adalah pribahasa yang cocok untuk mereka berdua. Kayang duduk
di bangku kelas 3 sedangkan Linda duduk di bangku kelas 2. Perbedaan umur
mereka yang hanya setahun membuat hubungan mereka dekat melebihi adik dan kakak
kandung. Saling menyayangi dan perhatian adalah hal yang selalu mereka
pertahankan.
Kayang
sudah berada di depan rumah Linda sambil duduk di motor barunya. Mereka
langsung berangkat menuju sekolah. Sesampainya mereka di sekolah mereka
langsung menuju kelas masing-masing. Kelas Kayang berada lebih dekat dengan
gerbang sekolah dibandingkan dengan kelas Linda yang jauh di halaman belakang.
Saat bel istirahat berbunyi mereka juga pergi ke kantin sekolah bersama,
membeli jajanan yang mereka sukai dan minuman yang paling popular di sekolah
itu.
“
Halo kak kayang,aku ikutan makan dong kak?! ” rayu kintan dengan genitnya.
“
Kalau kamu mau yasudah ikutan saja ” ajak Kayang.
“
Makasih kakak ganteng “ ucap Kintan.
Kintan
termasuk dari sekian banyak adik kelas yang paling ngefans dengan Kayang.
Sikapnya yang bisa dibilang berani dan mudah akrab dengan kakak kelas termasuk
Kayang membuat Linda cemburu.
Hawa
panas dan tidak nyaman menghampiri Linda saat Kayang mulai didekati oleh
Kintan. Kesal dan marah menyelimuti hatinya.
“
Ah,apa sih ini, aku jadi males melihat mereka duduk berdampingan seperti itu. Ini
cewek mau aku siram ya pakai air. “ keluh Linda dalam benaknya.
Saat
pulang sekolah Kayang dan Linda pulang bersama lagi. Saat diperjalanan Kayang
merasa ada yang berubah dengan adik angkat kesayangannya ini.
“
Nda, ada apa? Ada masalah ya? Ayo cerita ke kakak!” tanya Kayang.
“
Enggak ada apa-apa kak “ jawab Linda singkat.
“
Yang benar kamu? “
“
Benarlah kak ! “
Kayang
mengetahui bahwa sebenarnya Linda pasti memiliki masalah. Setelah mengantar
linda sampai rumah, Kayang pun juga langsung pulang. Sampai di rumah ia merasa
penyakitnya kambuh lagi. Jantungnya sakit. Nafasnya mulai sesak. Dan kepala
pusing pun menghampirinya. Linda tidak mengetahui bahwa kakak angkatnya
menderita sebuah penyakit yang begitu bahaya.
Keesokan
harinya saat di sekolah …
“
Kak ryan, kak Kayang ada enggak? Kok enggak keliatan ya dari tadi. “ tanya
Linda kepada salah satu teman sekelas Kayang.
“
Hmm..mm.. hari ini Kayang izin enggak masuk sekolah,mm.. katanya ada urusan
keluarga. “ ucap Ryan tergagu gagu.
“
Kakak lucu, enggak biasanya seperti itu. Yasudah terimakasih kak. “ ucap Linda
tenang.
Ryan
terpaksa berbohong kepada Linda karena titipan dari Kayang. Saat di kantin
sekolah Linda berhadapan dengan Kintan dan kawan-kawannya.
“
Eh, adik Lindanya Kak Kayang tumben sendirian. Kemana kakak ganteng kamu?! “
sindir Kintan.
“
Kemana kakak ganteng kamu? “ tanya temannya Kintan.
“
Kalian apa-apaan sih! Beraninya kalau aku sendiri doang. “ ujar Linda tegas.
“
Yasudah yuk teman-teman, enggak penting kita ngomong sama dia, yang penting
sama Kak Kayang Ganteng. “ ucap Kintan.
Dongkol,sebal,marah,malas,bete,hal
itu yang dirasakan Linda.
Saat
perjalanan pulang sekolah Linda memutuskan untuk menelfon Kayang. Tidak ada
jawaban yang ia dapatkan. Gelisah menambah beban hatinya hari ini. Sesampainya
di rumah ia mencoba untuk menelfon lagi. Jawabannya tetap sama. Tak tenang kini
datang menyelimuti hatinya. Ia pergi ke rumah Kayang. Lalu bertemu dengan
Ibunda Kayang dan di izinkan untuk masuk ke kamar Kayang. Linda melihat Kayang
sedang tidur lelap dan terselimuti hangat.
“
Kak Kayang..kak..kak.. “ panggil Linda.
Melihat
keadaan kakaknya seperti orang yang sedang tertidur karena sakit Linda langsung
memegang kening Kayang.
“
Panas “ ucap Linda bingung.
“
Tante .. kak Kayang panas. Kenapa? Kenapa enggak dibawa ke rumah sakit? Ayo
cepet. Linda ikut. “ kata Linda cemas.
“
Linda, Kayang itu sudah pergi berobat tadi pagi. Makannya dia enggak masuk
sekolah. Kayang mengidap penyakit jantung yang dari kecil sudah ia tanggung.
Tante enggak tenang kalau dia seperti ini terus. “ jawab Ibunda Kayang sedih.
Hati
linda terpukul karena Kayang tidak pernah bercerita tentang hal ini. Ia
langsung pamit pulang ke rumahnya. Saat di sekolah,Linda bersama dengan kakak
kelas tapi bukan Kayang melainkan Ryan. Kayang melihat hal itu dan ia pun
cemburu. Dirinya melampiaskan kecemburuannya dengan pergi ke kantin dengan
Kintan. Saat di kantin mereka berempat bertemu di tempat yang sama. Yaitu tempat
favorit Kayang dan Linda. Bagaikan bersaing dalam perang dingin terjadi.
Hari
ini Kayang dan Linda juga tidak pulang sekolah bersama. Di rumah mereka juga
tidak berkomunikasi. Saat seperti ini penyakit Kayang kambuh, dan tak di duga
ayahnya ternyata sudah pensiun dari pekerjaannya. Ujian Nasional mendatangi
seluruh siswa siswi pelajar sekolah menengah pertama. Kayang hampir memutuskan
hubungannya dengan Linda. Komunikasi sudah tidak berjalan. Semuanya pasif
bagaikan mati. Cemburu masih menguras hati antara Kayang dan Linda. Kayang
lulus dalam Ujiannya. Tapi kini ia tidak bisa melanjutkan ke sekolah lanjutan
karena beberapa factor. Ia harus bekerja supaya dapat hidup dan dapat
melanjutkan sekolahnya suatu saat nanti. Karena ia adalah anak pertama dari
tiga bersaudara.
Beberapa
minggu yang akan datang Linda berulang tahun. Kayang berusaha untuk membuang
rasa cemburunya untuk sementara dan menyelesaikan masalah ini dengan Linda.
Karena ia ingin memberikan kesan yang berharga di hari ulang tahun Linda. Ia
bekerja keras sampai melupakan juga penyakitnya. Saatnya tiba, Kayang pergi ke
rumah Linda dan memberikan hadiah yang tidak diduga-duga oleh Linda. Perasaan
terkejut,senang,haru,sedih, kini datang dalam hati Linda. Ia tak menyangka
kakak yang mungkin sudah tidak memperhatikannya lagi kini datang dengan berjuta
hadiah.
“
Terimakasih Kakak Kayangku tersayang . ini hadiah terindah yang Linda dapat di
hari ini “ ucap Linda haru.
“
Iya, terimakasih juga ya adikku, kamu sudah jadi adik angkat kakak yang paling
baik buat kakak. Kita saling memaafkan ya tentang kejadian bulan-bulan lalu.
Itu semua karena rasa sayang kita yang terlalu besar “
“
Iya kak. “







0 komentar:
Posting Komentar